Menanti lupa

Oleh: Nur Amalia

Belum seribu hari kita menjauh.
Belum sampai ribuan mil kita berjarak.
Genangan kenangan masih terasa hangat.
Belum larut dalam putaran waktu.

Kamu hadir dalam beberapa jeda lagu.
Juga di sebab-sebab tawa, yang pernah kita bagi bersama.

Suara tawa renyahmu masih terekam di kepala.
Tatapanmu masih tertinggal.
Mengundang begitu banyak tanya

Mungkin kita memang dua orang bodoh yang tak beruntung.
Kita kira bingung ini akan berujung.
Kita terlalu akrab dengan ragu.
Hingga akhirnya diperdaya rindu.

Februari 2017

Advertisements

One thought on “Menanti lupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s